Respon Program MBKM dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI,  Fakultas Pertanian UNJA Jalin Kerjasama dengan Stakeholder Eksternal

0
308

 

Jambibreak. com – Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang baru saja diIuncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang direspon oleh Jurusan/Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNJA dengan melakukan kerja sama dengan stakeholders eksternal sebagai lokasi kegiatan MB-KM di luar kampus.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan naskah kerjasama di Halaman Laboratorium Dasar Fakultas Pertanian Kampus UNJA Mendalo. Rabu (02/09/20).

Turut hadir Rektor UNJA diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Kamid, M.Si, Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan Fakultas Pertanian, Kepala BAAK, Kepala BUPK, Kepala LP3M, Ketua Jurusan, Prodi dan laboratorium di lingkungan Fakultas Pertanian, dosen dan perwakilan mahasiswa.

Adapun Stakeholders mitra yang hadir yakni perwakilan Balai Taman Nasional Bukit Duabelas (Kementerian LHK), Kepala Dinas Perkebunan (Ir. Agus Rizal, MM), Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ir. Amir Hasbi, MM), Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura Peternakan (Ir. Akhmad Maushul), Pimpinan PT. Asian Agri, PT. WKS dan RHM (Sinar Mas Group), PT. Sari Aditya Loka (Astra Agro Lestari Group), Pimpinan UMKM Gerai Kopi Liberika Mekar Jaya, Betara, Direktur Yayasan Prakarsa Madani, Perkumpulan Gita Buana, dan Perkumpulan WALESTRA.

Ketua Jurusan Agribisnis Dr. Fuad Muchlis dalam sambutannya mengatakan, bahwa esensi kebijakan MB KM adalah memberikan ruang “merdeka” kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman terbaik (best experiences) yang diperoleh di luar prodi.

“Program experiential learning dengan jalur yang fleksibel ini diharapkan dapat memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensi sesuai dengan passion dan bakat serta menyiapkan lulusan yang adaptif dengan dinamika perkembangan IPTEKS dan kebutuhan pengguna lulusan dan masyarakat,” ujarnya.

Fuad juga menyatakan, untuk menunjang implementasi program MBKM, Jurusan Agribisnis akan memilih 5 dari 8 skema yang diarahkan oleh DIKTI yaitu : pertukaran mahasiswa, magang/praktik kerja, kegiatan wirausaha, KKN Tematik dan proyek kemanusiaan dan mulai diterapkan pada semester ini secara bertahap.

“Opsi pembelajaran di luar kampus ini akan dinilai dengan bobot sks tertentu yang kemudian akan dikognisi sesuai dengan mata kuliah yang relevan di dalam kurikulum. Untuk maksud tersebut, maka Jurusan Agribisnis menggandeng stakeholders terkait yang relevan dan siap menjadi mitra,” katanya.

Kegiatan Magang/praktik kerja, stakeholders yang dimaksud adalah perusahaan-perusahaan di wilayah Provinsi Jambi, praktik wirausaha bermitra dengan UMKM berbasis komoditi agribisnis unggulan di Jambi dan khusus untuk proyek kemanusiaan, Prodi Agribisnis akan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pendampingan atau pemberdayaan terhadap indigenous people suku anak daIam di Taman Nasional Bukit Duabelas dan komunitas-komunitas marginal lain yang ada di Jambi dengan melibatkan mitra dari BTNBD, NGO dan perusahaan di sekitar TNBD.

Dikesempatan itu juga, Dekan Fakultas Pertanian, Prof Dr. Ir. Suandi, M.Si menjelaskan, fakultas pertanian saat ini terus berbenah dan mengalami peningkatan kualitas yang sangat baik, antara lain peningkatan peringkat Akreditasi, dimana 2 Prodi telah terakreditas A oleh BAN PT, yakni Prodi Agribisnis dan Agroteknologi..

“Dengan posisi ini, maka Fakultas siap untuk mendorong kedua Prodi tersebut bisa terakreditasi Internasional dan mengimplementasikan kebijakan MBKM bagi seluruh Prodi,” jelasnya.

“Pada semester ini, Fakultas Pertanian telah mengintegrasikan kegiatan KKL/Magang dengan kegiatan tugas akhir S1 (Skripsi) sebagai langkah awal implementasi MBKM dan upaya percepatan masa studi mahasiswa, mendorong Prodi untuk melakukan pertukaran mahasiswa di luar Prodi, baik di internal UNJA maupun ke luar kampus lain di tanah air serta memfasilitasi jejaring kerjasama dengan mitra seperti yang dilakukan saat ini,” sambungnya.

Lanjut, Rektor UNJA, yang diwakili oleh WR bidang Akademik, Dr. Kamid, M.Si mengucapkan terimakasih dan selamat kepada Prodi Agribisnis yang baru saja mendapat Akreditas A dari BAN PT. Pimpinan UNJA akan mendorong dan memfasilitasi seluruh Prodi terakreditasi A mendapatkan Akreditasi Internasional.

Pihaknya juga mengapresiasi kesungguhan Jurusan Agribisnis dan Fakultas Pertanian yang merespon secara cepat dan memulai mengimplementasikan kebijakan MB KM. Kebijakan MB KM ini harus segera kita dijalankan dan pimpinan UNJA akan mensupport semua Prodi, termasuk mendorong dan memfasilitasi Prodi untuk bisa mengakses hibah dari Kemendikbud untuk penyiapan berbagai instrumen pelaksanaan kebijakan MBKM.

Stakholders Mitra yang diwakili oleh Ir. Agus Rizal, MM (Kadis Perkebunan Provinsi Jambi) yang merupakan ketua IKA FAPERTA UNJA menyampaikan kesiapannya untuk menjadi mitra Fakultas Pertanian.

“Setelah penandatangan naskah kerja sama hari ini, kami siap berdiskusi Iebih teknis, ragam kegiatan apa yang ada pada dinas maupun UPTD di bawah OPD mitra, bisa melibatkan mahasiswa untuk aktivitas magang yang relevan dengan mata kuliah dalam kurikulum,” katanya.

Prof. Dr. Ir. Zulkifli Alamsyah, mewakili dosen Jurusan Agribisnis menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap bahwa kerjasama yang dibangun hari ini dapat berlanjut dan menghasilkan manfaat bagi kedua belah pihak yang bermitra, baik kampus (terutama untuk peningkatan kualitas SDM mahasiswa) sehingga alumni sebagai outuput dari kegiatan akademik di kampus bisa diterima oleh user dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Kerjasama ini diharapkan bisa mendapat support SDM kampus yang bisa mendukung kegiatan bagi mitra, baik di instansi pemerintah, dunia usaha dan industri maupun NGO dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. (Dre)

LEAVE A REPLY