Walikota Fasha Percepat Pembangunan Wisata Danau Sipin, Ini Sumber Dananya

0
158

Jambibreak.com – Walikota Syarif Fasha Minggu 06 September 2020 meninjau kawasan wisata Danau Sipin yang saat ini sudah dalam tahap proses pembangunan yang diperkirakan 50%.

Pemkot akan membangun kembali Danau Sipin dimulai pada tahun 2021 yang menggunakan dana percepatan pembangunan yang memakai dana PT MSI.

Diketahui anggaran yang akan di ajukan sebanyak 50 miliar untuk pembenahan kerusakan-kerusakan yang ada di danau Sipin.

Fasha mengatakan, nanti semua akan di lengkapi kekurangan yang ada di danau sipin, sehingga danau sipin menjadi satu tempat cadangan air dan tempat wisata Kota, Provinsi maupun tingkat nasional.

“Karena sudah banyak perahu ketek hias dan kita akan membuat dua dermaga sehingga ketek-ketek ini tidak lagi menggunakan dermaga apung yang sudah di siapkan melainkan dermaga khusus,” katanya.

Dirinya juga menyebut bahwa joging track akan di perlebar dan membuat aliran pembuangan air dari limbah-limbah, baik itu limbah rumah tangga atau limbah jalan agar tidak mengalir ke danau sipin serta membuat anjungan tempat-tempat wisata di tengah danau.

“Semua akan kita buat dan nanti di tengah-tengah danau ini akhirnya akan kita batasi dari ujung ke ujung sudah kita tentukan yang akan di pasang pipa seling,” sebutnya.

Di dalam kawasan yang sudah di tentukan oleh pemkot tidak boleh ada bangunan-bangunan dan kegiatan-kegiatan lain selain untuk wisata. Untuk kegiatan perikanan sendiri boleh di lakukan tetapi dilaksanakan diluar batas area wisata.

Adapun satu bangunan yang dimiliki oleh pribadi yang sudah terjadi kemiringan bangunan yang mana bangunan tersebut sudah berdampak terhadap brojong maupun jogging track.

Diketahui dalam beberapa bulan ke depan bangunan tersebut akan ambruk dan menghantam kontruksi joging track.

Fasha menegaskan kepada pemilik bangunan apabila terjadi sesuatu dalam perobohan untuk dapat bertanggung jawab terhadap aset pemerintah.

“Sudah kita ingatkan dan besok saya minta kepada dinas PU untuk menyurati kembali terhadap bangunan tersebut karena bangunan juga tidak punya izin dan tidak memperhitungkan bagaimana kontruksi yang aman,” tegasanya (Dre)

LEAVE A REPLY