Diikuti Orang-orang Berpendidikan Tinggi, Lokakarya Ini Kolaborasikan Dosen dan Guru

0
174

Guru dan Dosen Lanjutkan Kolaborasi PTK II

JBC, Jambi – Tanoto Foundation Provinsi Jambi bekerja sama dengan Universitas Jambi dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) serta sekolah mitra LPTK kedua kampus tersebut menyelenggarakan lokakarya II penelitian tindakan kelas (classroom action research) selama tiga hari, Minggu – Selasa (15-17/9/2019). Lokakarya ini merupakan putaran kedua kelanjutan dari lokakarya sebelumnya. Berlangsung di Abadi Suite Hotel, lokakarya ini berfokus pada empat topik, yaitu literasi kelas awal SD/MI, tematik SD, matematika SMP/MTs, dan IPA SMP/MTs.

Lokakarya ini diikuti oleh 20 orang, yang terdiri atas delapan dosen Unja dan UIN STS Jambi serta delapan guru SDN 197/X Pematang Gajah, MI Kurnia, SMPN 7 Muaro Jambi, MTs Laboratorium, MI Nurul Yakin, SDN 47 Kota Jambi, MTsN 5 Kota Jambi, kemudian ada juga pengawas Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kab. Muaro Jambi.

“Peserta terbagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok terdiri atas dua dosen dan dua guru dan fokus pada salah satu dari empat topik di atas,” jelas Sofnidar, Teacher Training Institute Coordinator Tanoto Foundation Provinsi Jambi. Setiap kelompok didampingi oleh seorang ahli Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari UIN Walisongo Semarang, Universitas Sebelas Maret Surakarta dan Universitas Negeri Semarang.

Sofnidar mengatakan, setiap kelompok nantinya akan melakukan riset di sekolah dan mengolah data hasil penelitian tindakan kelas. Setiap kelompok kemudian menyajikan hasil analisis datanya untuk mendapatkan umpan balik dari segenap peserta lokakarya.

Ajar Budi Kuncoro, selaku Head of Teacher Training Development Tanoto Foundation menjelaskan bahwa workshop ini merupakan kelanjutan dari workshop pertama yang dilaksanakan bulan lalu, guru dan dosen tetap berkolaborasi dalam lokakarya II ini, “Dalam workshop 2 ini para peserta akan melakukan analisa dan refleksi terhadap data siklus 1.

Berdasarkan analisa dan refleksi tersebut dilakukan perbaikan rencana tindakan dan penysunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk diimplementasikan dalam siklus 2. Peserta juga akan dikenalkan dengan format laporan PTK yang akan digunakan salam workshop 3 bulan depan.” ujarnya.

Budi menambahkan bahwa para guru sering menemui kesulitan dalam proses analisa data dan refleksi padahal sangat penting untuk menentukan rencana perbaikan pembelajaran di kelas. Para dosen mempunyai peran penting dalam memberikan bantuan teknis dalam hal tersebut. Di sisi lain para dosen juga mendapatkan banyak manfaat dalam kolaborasi bersama guru tersebut karena para dosen bisa mendapatkan potret konkret situasi pembelajaran di dalam kelas. Pengalaman sehari-hari para guru dalam menyusun RPP dan mengajar langsung di dalam kelas juga merupakan sumber informasi yang sangat relevan bagi para dosen dalam melakukan penelitian.

Hal senada disampaikan Heni Purnamawati, guru SMPN 7 Muaro Jambi. Menurut dia, melalui penelitian tindakan kelas ditemukan titik-titik lemah proses pembelajaran sehingga guru mengetahui apa yang mesti diperkuat. “PTK menjadi strategi ampuh memperkuat kualitas proses belajar,” ucapnya.

Zulaikha, M.Ag fasilitator nasional untuk PTK dari UIN Walisongo Semarang, menaruh apresiasi terhadap PTK yang disebut mampu mendorong gairah meneliti para guru dan dosen. “Temuan-temuan PTK langsung menjadi modal strategis para guru memandu proses pembelajaran yang baik dan pada gilirannya tentu saja meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan,” ujar Zulaikha.

Guru dan Dosen Saling Melengkapi

Dr. H. Lukman Hakim, M.Pd.I mengapresiasi kegiatan Lokakarya PTK ini, “Sangat penting ya kegiatan ini, untuk meningkatkan mutu pembelajaran baik di perkuliahan maupun di sekolah. Tentu dengan adanya lokakarya penelitian tindakan kelas (PTK) ini akan membuat dosen dan guru terbiasa melakukan penelitian,” ujar Lukman.

Ditanya soal kolaborasi guru dan dosen ke depan, Lukman menjawab patut diapresiasi keterlibatan keduanya, “Dosen yang selama ini mengajar di kampus belum tentu mengetahui permasalahan di sekolah, begitu juga sebaliknya, jadi saling melengkapi lah,” tambahnya.

Sedangkan H. Rusli Adam, M.H.I., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jambi dalam sambutannya mengatakan bangga guru-guru madrasah diajak dalam kegiatan lokakarya penelitian ini, “Kegiatan ini membantu guru-guru Madrasah dalam rangka meningkatkan kompetensi budaya penelitian di lingkungan guru madrasah, apalagi didampingi dosen dari UIN STS Jambi maupun dosen Universitas Jambi,” ungkap Rusli Adam.

LEAVE A REPLY